Tilamuta, MediaCenter – Guna untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita, Pemerintah Kabupaten Boalemo membentuk Tim Pokja Gerakan Bersama Dampingi Stop Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita (Gerbang Saakina) Tingkat Kabupaten Boalemo yang digagas Dinas Kesehatan Boalemo.

Tim Pokja yang diketuai Hj. Resni Makuta (Ketua TP. PKK Kabupaten Boalemo) tersebut, dikukuhkan Bupati Boalemo Darwis Moridu pada acara Launching Gerbang Sakina yang dihadiri Sekda Boalemo, Para Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan se Kabupaten Boalemo, Rabu (30/9/2020) di Gedung Putra Tunggal Hotel Tilamuta.

Dalam sambutannya Bupati Darwis mengatakan, untuk percepatan penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita di Boalemo tidak dapat dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan, namun perlu adanya komitmen bersama seluruh stakeholder terkait dalam menggerakkan masyarakat agar lebih peduli pada kesehatan ibu, bayi dan balita.

“Dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita, Kabupaten Boalemo membuat sebuah program inovasi yang melibatkan seluruh SOPD, organisasi profesi, Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita dan lintas sektor terkait untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, melalui gerakan bersama damping stop angka kematian ibu, bayi dan balita,” kata Bupati.

Olehnya itu Bupati Boalemo Darwis Moridu berharap, kiranya Tim Pokja yang sudah dibentuk ini dapat bekerja semaksimal mungkin, guna  untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita di wilayah Kabupaten Boalemo.

“Saya menitip pesan kepada Tim Pokja yang dikukuhkan pada hari ini, agar dapat melahirkan program kerja Gerbang Sakina yang direncanakan dan dimasukkan melalui RKA masing-masing SOPD. Saya berharap Tim Pokja ini dapat menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya,” tutur Bupati Darwis Moridu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Sutriani Lumula menjelaskan, kematian ibu, bayi dan balita masih menjadi polemik besar dalam dunia kesehatan. Hal ini juga dialami oleh masyarakat Kabupaten Boalemo, dimana dalam kurun waktu 3 tahun terakhir terjadi peningkatan kasus kematian ibu dan bayi.

“Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Boalemo cukup fluktuatif dalam angka maupun jumlahnya. Jadi kami sampaikan bahwa jumlah kematian ibu dari 4 orang yang meninggal di tahun 2017 naik menjadi 6 orang di tahun 2018, dan di tahun 2019 naik sekali sampai 10 orang,” kata Kadis Sutriani.

Sutriani menambahkan, Dinas Kesehatan menargetkan di Tahun 2022 jumlah ibu yang meninggal dibawah dari 10 angka kematian dengan formulasi sesuai target RPJMD 303/100.000 kelahiran hidup.

Untuk angka kematian bayi Kadis Kesehatan menjelaskan, dilihat dari jumlah sejak tahun 2017 hingga 2019, Kabupaten Boalemo masih dibawah angka nasional, dimana target RPJMN memiliki target 16/1000 kelahiran hidup, sementara Boalemo di Tahun 2019 hanya 13/1000 kelahiran hidup.

“Dengan terbentuknya Tim Pokja yang dinahkodai langsung Ketua TP. PKK Boalemo ini, Insya Allah para Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan bahkan Desa akan terus memberikan kontribusi, agar pendampingan dari sejak ibu hami, melahirkan sampai pengasuhan 1000 hari kelahiran hidup itu terorganisir dengan baik, terdampingi secara maksimal, sehingga hal ini bisa menekan angka kematian ibu, bayi dan balita di Kabupaten Boalemo,” Kata Sutriani. (HL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyrights bos...